Sebenarnya dalam mendekati seorang cewek
tehnik mau pun caranya dapat berbeda dari satu
dan lainnya. Ini karena di dasari oleh karakter
setiap orang yang memang berbeda. Jadi meski
pun aku memberi cara dan tips ini. Aku harap
kamu pun tetap memegang teguh pendirianmu
dan jadilah dirimu sendiri.
Seorang cewek itu bisa di bilang unik. Kenapa
demikian, karena jika biasanya cewek bilang
bahwa semua cowok itu sama saja. Padahal
cewek juga mempunyai cara dan tanggapan
yang hampir sama persis antara satu orang ke
yang lainnya. Hanya saja memang dari satu
cewek ke cewek yang lain mempunyai cara
penyampaian yang berbeda. Ada yang malu
malu mau, ada juga yang cuek meski pun
sebenarnya dia menaruh hati sama kita dan ada
juga yang kelihatan memberi harapan namun
sebenarnya dia jual mahal ke kita. Maka dari itu,
sebaiknya perhatikan dulu karakter gadis tersebut
jika ingin mendekatinya. Karena mungkin saja
dia memang memberi harapan tapi pada saat
kita tembak. Dianya malah nggak mau. Gimana
jadinya kalau sudah begitu.
Ini ada beberapa cara untuk PDKT yang
memang hanya berdasarkan pengalaman
pribadi. Mau di tiru ya silahkan, nggak juga aku
nggak rugi.
1. Sebagai awal pendekatan kamu bisa
menggunakan alasan kehidupan sehari –
hari yang biasa kita lakukan. Ntah lagi
ngapain? Sudah makan? Tow bisa juga
kamu ingin berkenalan lagi dengan si Dia.
Lakukan hal ini untuk beberapa hari ke
depan. Mungkin bisa antara 1 minggu
bahkan 2 minggu. Tergantung dari
bagaimana tanggapan dari si cewek
tersebut.
2. Di saat kamu sedang mendekati di Dia.
Usahakan juga untuk menemuinya atau
paling nggak main ke tempat dia. Dari sini
biasanya dia sudah bisa merasakan tanda
– tanda nggak enak dari kamu. Tapi nggak
apa – apa. Teruskan saja. Karena hal itu
adalah wajar.
3. Berikan saja hadiah kecil buat dia. Apalah
itu yang terkesan masih bisa dimaklumi
sebagai seorang sahabat. Entah hanya
sebuah mobil atau ponsel black berry.
4. Sering SMS. Kok SMS, Cintaku khan berat
di ongkos. Sebisa mungkin dan pelan
– pelan masuklah ke dalam kehidupan Dia.
Karena nggak ada gunanya jika kamu
hanya bisa memberi hadiah dan perhatian.
Jika semua hal tersebut nggak mampu
membuat perhatiannya beralih ke kamu
atau paling nggak, sudah mampu
membuat si Dia menganggap kamu ini
ada. Memangnya awalnya kemana?
Itu adalah beberapa cara yang memang aku
rangkum dari kehidupan pribadiku. Tapi ingat
semua tetap kembali ke diri kita masing –
masing. Karena percaya nggak percaya, sewaktu
kita PDKT sama cewek. Cewek yang sedang kita
dekati tersebut sudah mulai mengenali
bagaimana karakter kita. Jadi kalau dia merasa
srek dan nyaman sama kamu. Maka bisa jadi
untuk lebih mendekati si Dia. Kita nggak perlu
buang tenaga terlalu banyak. Mungkin perlu aku
tekankan lagi. Cewek nggak suka di paksa. Jadi
usahakan rileks saja. Sebenarnya aku jarang jika
sampai menggunakan semua cara tersebut.
Karena bisa dipercaya atau tidak. Biasanya aku
PDKT sama cewek hanya lewat SMS saja. Hal itu
juga membuahkan hasil yang sangat baik karena
aku mendekati si Doi lewat hati bukan tampang.
Ngomong saja kalau miskin harta jadinya
hanya bisa lewat SMS saja. Tahu aja.
Biasanya juga aku hanya membutuhkan waktu
sekitar mingguan. Hal dalam PDKT itu sendiri
paling lama yang pernah aku alami sendiri
berkisar 1 bulan. Ini paling lama karena
ceweknya sedikit bandel. Akan tetapi kerja keras
selama satu bulan tersebut pada kenyataannya
sudah berjalan hingga sekarang.
Nach jika semua cara sudah. Ini aku kasih
juga beberapa tips agar kamu bisa sedikit
berhati – hati dalam PDKT tersebut atau
paling nggak bisa memaksimalkan PDKTmu
sama si Dia.
Seperti tadi yang aku jelaskan di muka.
Cewek itu nggak suka di paksa. Jadi
usahakan agar kamu secara pelan – pelan
dan sesopan mungkin dalam
berkomunikasi dengan si Dia. Meski pun
ini berbeda jauh dari karakter kamu yang
mungkin saja Egois. Tapi ini adalah
cara yang paling baik dalam melakukan
pendekatan. Setelah itu, entah berhasil atau
nggak dalam kamu mencari perhatian si
Dia. Kamu bisa kembali ke jati diri kamu
yang sebenarnya egois.
Jangan sampai kamu terlalu masuk ke
dalam kehidupan si Dia. Bagaimana sich,
katanya suruh masuk. Tapi kenapa setelah
masuk malah nggak boleh masuk terlalu
dalam. Ini maksudnya jangan
sampai kamu terlalu mencampuri urusan
pribadi si Dia terlalu jauh. Jika Dia memang
minta pendapat atau saran ke kamu
tentang kehidupan si Dia. Boleh saja kamu
beri sedikit nasehat ke Dia. Pokoknya
berlagak saja kalau kamu seorang yang
dewasa. Oh ya, jangan terlalu
berlebihan. Karena lebih bijak jika si Dia
mengetahui sendiri bahwa kita memang
dewasa dari pada kita sok dewasa. Itu
akan lebih memberi pagerank yang lebih
besar dari si Dia ke kita.
Jangan terlalu Egois dulu jika kita sedang
awal – awalnya pendekatan. Karena jika
kita hanya memikirkan diri kita sendiri. Bisa
jadi secara nggak sadar. Kita yang terlalu
banyak bercerita ngalor ngidul. Parahnya
lagi jika yang kita ceritakan tersebut rata –
rata tentang kehidupan kita sendiri. Hal ini
akan membuat si Doi lebih cepat bosen
sama kamu. Karena di setiap pembicaraan
yang kamu omongin Cuma tentang
keegoisanmu saja.
Perhatian penuh sama si Doi. Cewek khan
suka di perhatikan. Makanya beri perhatian
yang kamu bisa. Di ajak makan lah,
dikirimi pulsa kah atau minta cium lah.
Maunya.. aku pikir Anda lebih jago
dalam hal ini. Tapi jika ceweknya minta
pulsa di saat kita nggak kasih lebih baik
tinggalin saja. Dari pada kamu nanti jatuh
miskin setelah berhubungan dengan si
Doi.
Hal terakhir adalah usahakan di setiap
pertemuan atau hanya dalam topic
pembicaraan. Kamu lebih menekankan
masalah si Doi. Kenapa begitu, khan kita
mau perhatian. Kalau hanya kita saja yang
lebih penting. Maka bisa jadi si Doi pergi
duluan dari kamu.
Mungkin hanya berkisar dari hal – hal di atas
yang biasa aku pakai. Nggak lupa juga aku
tekankan lagi bahwa nggak semua cewek bisa
diberlakukan cara di atas. Meski pun hampir
semua sama. Namun kadang kala kita harus
memahami keadaan, suasana hati si Doi dan
waktu supaya pendekatan kita bisa maksimal.
Selasa, 21 Desember 2010
Akibat horni yg berlebihan
Karena gairah seksnya sedang
memuncak dan membuat hasrat
tersebut menggebu gebu sehingga
harus terlampiaskan segera,
membuat hidup Nichola Paginton
berakhir dengan cukup tragis.
Oktober tahun lalu cewek 30 tahun
ini tewas mengenaskan diatas
tempat tidur dengan sebuah
vibrator seks dan laptop yang
sedang menayangkan video porno.
Baru baru ini baru dikeluarkan hasil
analisa medisnya oleh para
penyidik yang meneliti kasus ini.
Nichola Paginton pengasuh anak
yang ditemukan tewas saat
sedang melampiaskan hasrat
seksnya
Hasil pemeriksaan patologi di
Gloucester menunjukkan, Paginton
meninggal dunia karena arritmia
atau kondisi tidak stabilnya irama
jantung yang diduga diakibatkan
oleh dorongan seks yang
menghinggapinya. Ahli koroner
Gloucestershire Alan Crickmore
mengiyakan bahwa aktivitas yang
dilakukan oleh wanita berusia 30
tahun ini sebelum kematian
menjemput telah berdampak ke
terjadinya arritmia fatal.
Permasalahan ini terungkap
setelah polisi ditelepon oleh
majikan Paginton, Sarah Griffith,
yang terpaksa menghampiri
kediaman Paginton karena wanita
ini tidak masuk kerja sebagaimana
biasanya. Saat tidak ada jawaban
dari dalam kediaman pengasuhnya
itu, Sarah meminta bantuan dari
tetangga sekitar, Michelle Grant,
dan mereka melihat dari balik tirai
tampak Paginton terbaring di
ranjangnya dengan seekor kucing
yang bertengger di atas dadanya.
“Setelah mereka menerobos
masuk ke dalam, mereka
menemukan Paginton telah
meninggal dunia. Ada laptop di
pangkuannya dan saat mereka
mengangkat laptop serta
menyingkap seprai ditemukan
Paginton dalam keadaan tidak
berbusana mulai dari pinggang ke
bawah dan ditemukan sebuah
vibrator di ranjangnya, ” kata
Sersan Detektif Gavin Webb. “Masih
ada tayangan porno di dalam
laptop, ” lanjutnya.
Ahli patologi Dr Richard Jones dari
Universitas Cardiff menjelaskan,
“ Tidak ada yang bisa dijelaskan
tentang alasan dia meninggal dunia
dengan cara begini, tetapi saya
menduga karena serangan jantung
mendadak. ”
Sumber: Kompas dan Metro
memuncak dan membuat hasrat
tersebut menggebu gebu sehingga
harus terlampiaskan segera,
membuat hidup Nichola Paginton
berakhir dengan cukup tragis.
Oktober tahun lalu cewek 30 tahun
ini tewas mengenaskan diatas
tempat tidur dengan sebuah
vibrator seks dan laptop yang
sedang menayangkan video porno.
Baru baru ini baru dikeluarkan hasil
analisa medisnya oleh para
penyidik yang meneliti kasus ini.
Nichola Paginton pengasuh anak
yang ditemukan tewas saat
sedang melampiaskan hasrat
seksnya
Hasil pemeriksaan patologi di
Gloucester menunjukkan, Paginton
meninggal dunia karena arritmia
atau kondisi tidak stabilnya irama
jantung yang diduga diakibatkan
oleh dorongan seks yang
menghinggapinya. Ahli koroner
Gloucestershire Alan Crickmore
mengiyakan bahwa aktivitas yang
dilakukan oleh wanita berusia 30
tahun ini sebelum kematian
menjemput telah berdampak ke
terjadinya arritmia fatal.
Permasalahan ini terungkap
setelah polisi ditelepon oleh
majikan Paginton, Sarah Griffith,
yang terpaksa menghampiri
kediaman Paginton karena wanita
ini tidak masuk kerja sebagaimana
biasanya. Saat tidak ada jawaban
dari dalam kediaman pengasuhnya
itu, Sarah meminta bantuan dari
tetangga sekitar, Michelle Grant,
dan mereka melihat dari balik tirai
tampak Paginton terbaring di
ranjangnya dengan seekor kucing
yang bertengger di atas dadanya.
“Setelah mereka menerobos
masuk ke dalam, mereka
menemukan Paginton telah
meninggal dunia. Ada laptop di
pangkuannya dan saat mereka
mengangkat laptop serta
menyingkap seprai ditemukan
Paginton dalam keadaan tidak
berbusana mulai dari pinggang ke
bawah dan ditemukan sebuah
vibrator di ranjangnya, ” kata
Sersan Detektif Gavin Webb. “Masih
ada tayangan porno di dalam
laptop, ” lanjutnya.
Ahli patologi Dr Richard Jones dari
Universitas Cardiff menjelaskan,
“ Tidak ada yang bisa dijelaskan
tentang alasan dia meninggal dunia
dengan cara begini, tetapi saya
menduga karena serangan jantung
mendadak. ”
Sumber: Kompas dan Metro
Senin, 20 Desember 2010
is it love?
Sa't cinta tk dpt lg dibuktikn dg
kata",
dn sa't cinta tk dpt lg d phmi dg
logika,
biarlh hti qta yg mengartikn dn
memahami cinta yg sebenar'a,
yg bsa membuat smua org bhagia
krna'a. . . .
kata",
dn sa't cinta tk dpt lg d phmi dg
logika,
biarlh hti qta yg mengartikn dn
memahami cinta yg sebenar'a,
yg bsa membuat smua org bhagia
krna'a. . . .
Rabu, 27 Oktober 2010
DIAM
dimalam yang sunyi
ku dapati hati yang sepi
kala merenungu apa yangtelah terjadi
meninggalkan ku sendiri
andaikan waktu dapat kembali
kan ku jaga dia sampai mati
tuk temani ku disini hingga akhir hayat nanti
tapi waktu ini terus berganti
tak ada satupun yang terhenti
kecuali nafas orang yang telah mati
dan kini ku sendiri
ditemani malam yang sunyi
yang mengiris-iris hati
disaat kau tak ada disini
tuk sembuhkan luka hati ini
my lovely
ku dapati hati yang sepi
kala merenungu apa yangtelah terjadi
meninggalkan ku sendiri
andaikan waktu dapat kembali
kan ku jaga dia sampai mati
tuk temani ku disini hingga akhir hayat nanti
tapi waktu ini terus berganti
tak ada satupun yang terhenti
kecuali nafas orang yang telah mati
dan kini ku sendiri
ditemani malam yang sunyi
yang mengiris-iris hati
disaat kau tak ada disini
tuk sembuhkan luka hati ini
my lovely
Jumat, 22 Oktober 2010
created for me
The first time I see a beautiful smile on your face
you me pause and stare
I now realize the presence of the most beautiful love
when you hug me tenderly
but ...
many words I can not express to yourself
and now ...
I just want you
always present and keep me company
at every step which I believe
that you created for
my love ..
you me pause and stare
I now realize the presence of the most beautiful love
when you hug me tenderly
but ...
many words I can not express to yourself
and now ...
I just want you
always present and keep me company
at every step which I believe
that you created for
my love ..
Kamis, 21 Oktober 2010
Mooi Cadeau
if it all should end tonight
I will accept it as a gift of god
and will I enjoy this life even though in pain
but if tomorrow I have not looked at the world
I hope only,I can rest in peace
and maybe if I leave all the existing
I will give everything
I have will I give my soul to someone who is able to guard it
but there's one thing
I will not give to anyone
that is my heart
because now
my heart will only give to people I love most
which I hope can keep me living memories
My love ...
I will accept it as a gift of god
and will I enjoy this life even though in pain
but if tomorrow I have not looked at the world
I hope only,I can rest in peace
and maybe if I leave all the existing
I will give everything
I have will I give my soul to someone who is able to guard it
but there's one thing
I will not give to anyone
that is my heart
because now
my heart will only give to people I love most
which I hope can keep me living memories
My love ...
Rahasia Sulap Angka
Trik yang mana? pernah dalam salah satu episode si Joe Sandy mengumbar tantangan yaitu bagaimana mengisi kotak 4x4 dengan berbagai angka dimana satu baris tidak boleh ada angka yang sama tetapi jumlahnya dalam semua baris harus sama. Nah lo susah kan? keliatannya dia mikir si, cuma ternyata triknya gak lebih susah dari ngupil, huhahaha, check this out:
Coba kita flashback lagi gimana si Joe memecahkan kasusnya. Pertama-tama dia diberi kotak 4x4 yang kosong untuk diisi. Akhirnya ia bisa mengisi semua kotaknya dengan angka tepat dengan jumlah angka yang diinginkan penonton. Ceritanya Master Deddy nguji dia kembali dengan mengubah jumlah angkanya jadi 93. Beberapa saat kemudian si Joe kembali beraksi lalu dalam waktu sekian detik ia berhasil kembali. Standing applaus buat si Joe kamu tahu triknya mungkin kamu gak terlalu heran. Coba deh perhatikan ini:
1. Oke, sama seperti apa yang Joe Sandi lakukan, saya memberikan kotak 4x4 yang kosong ke kamu, sekarang tugasnya adalah melengkapi semua kotak ini dengan beberapa angka berbeda dengan jumlah yang sama. Lookj tentuin angkanya adalah 93 deh.
2. Tarara...inilah dia semua angka yang gak ada yang sama dalam satu baris tetapi jumlahnya semua sama yaitu 93, look at this:
Tanda merah menandai angka-angka mana saja yang dijumlahkan.
3. Bener kan? nah sekarang saya akan mengubah agar jumlahnya menjadi 100, bisakah dalam waktu yang singkat? sedikit mikir akhirnya dapat lagi jawabannya yaitu ini:
4. Perhatikan baik-baik keduanya yaitu saat semua berjumlah 93 dan berjumlah 100, ada yang anehkah? ya kamu bener kalau melihat ada beberapa angka yang diubah sementara yang lainnya tidak, inilah dia angka yang diubah, lookj tandai dengan warna merah:
5. Jadi kesimpulannya? benar sekali pemirsa, ternyata polanya hanya ada 1 dan kamu cuma perlu mengisi kotak yang kosong agar jika dijumlahkan pas dengan angka yang dimaksud. Ini polanya:
6. Nah, misalnya lookj minta lagi agar jumlahnya 103 bisa gak? ya bisalah dengan mengisi kotak-kotak kosong itu menyesuaikan jumlah yang lookj maksud.
Coba kita flashback lagi gimana si Joe memecahkan kasusnya. Pertama-tama dia diberi kotak 4x4 yang kosong untuk diisi. Akhirnya ia bisa mengisi semua kotaknya dengan angka tepat dengan jumlah angka yang diinginkan penonton. Ceritanya Master Deddy nguji dia kembali dengan mengubah jumlah angkanya jadi 93. Beberapa saat kemudian si Joe kembali beraksi lalu dalam waktu sekian detik ia berhasil kembali. Standing applaus buat si Joe kamu tahu triknya mungkin kamu gak terlalu heran. Coba deh perhatikan ini:
1. Oke, sama seperti apa yang Joe Sandi lakukan, saya memberikan kotak 4x4 yang kosong ke kamu, sekarang tugasnya adalah melengkapi semua kotak ini dengan beberapa angka berbeda dengan jumlah yang sama. Lookj tentuin angkanya adalah 93 deh.
2. Tarara...inilah dia semua angka yang gak ada yang sama dalam satu baris tetapi jumlahnya semua sama yaitu 93, look at this:
Tanda merah menandai angka-angka mana saja yang dijumlahkan.
3. Bener kan? nah sekarang saya akan mengubah agar jumlahnya menjadi 100, bisakah dalam waktu yang singkat? sedikit mikir akhirnya dapat lagi jawabannya yaitu ini:
4. Perhatikan baik-baik keduanya yaitu saat semua berjumlah 93 dan berjumlah 100, ada yang anehkah? ya kamu bener kalau melihat ada beberapa angka yang diubah sementara yang lainnya tidak, inilah dia angka yang diubah, lookj tandai dengan warna merah:
5. Jadi kesimpulannya? benar sekali pemirsa, ternyata polanya hanya ada 1 dan kamu cuma perlu mengisi kotak yang kosong agar jika dijumlahkan pas dengan angka yang dimaksud. Ini polanya:
6. Nah, misalnya lookj minta lagi agar jumlahnya 103 bisa gak? ya bisalah dengan mengisi kotak-kotak kosong itu menyesuaikan jumlah yang lookj maksud.
Jumat, 15 Oktober 2010
story of love
saat ku coba tuk buka mata ku
yang ku lihat adalah bayngan semu
saat ku coba buka hatiku
yang ku lihat hanya dilema
dan saat ku coba sayangi seseorang
yang kulihat hanyalah rasa sakit
karena saat itulah
ku sadari betapa sakitnya
saat jauh dari orang yang paling ku sayangi
u!uds....
but love is a story
some times we can smile
n' sometimes we can cry...
Jumat, 17 September 2010
harapan ku
andaikan ku boleh berharap
ku hanya ingin berharap
pa yang tlah ku punya
ga kan pergi meninggalkan ku
walaupun ku tahu
itu hanya harapan belaka
dan ku sadar
mungkin harapan
ga kan slalu jadi kenyataan
tapi izinkanlah ku berharap
dan biarkanlah waktu
yang akan menjawabnya
wrten by admin
Sabtu, 04 September 2010
SENI TARI SUKU DAYAK
9. Tari Belian Bawo
Upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit, mengobati orang sakit, membayar nazar dan lain sebagainya. Setelah diubah menjadi tarian, tari ini sering disajikan pada acara-acara penerima tamu dan acara kesenian lainnya. Tarian ini merupakan tarian suku Dayak Benuaq.
10. Tari Kuyang
Sebuah tarian Belian dari suku Dayak Benuaq untuk mengusir hantu-hantu yang menjaga pohon-pohon yang besar dan tinggi agar tidak mengganggu manusia atau orang yang menebang pohon tersebut.
11. Tari Pecuk Kina
Tarian ini menggambarkan perpindahan suku Dayak Kenyah yang berpindah dari daerah Apo Kayan (Kab. Bulungan) ke daerah Long Segar (Kab. Kutai Barat) yang memakan waktu bertahun-tahun.
12. Tari Datun
Tarian ini merupakan tarian bersama gadis suku Dayak Kenyah dengan jumlah tak pasti, boleh 10 hingga 20 orang. Menurut riwayatnya, tari bersama ini diciptakan oleh seorang kepala suku Dayak Kenyah di Apo Kayan yang bernama Nyik Selung, sebagai tanda syukur dan kegembiraan atas kelahiran seorang cucunya. Kemudian tari ini berkembang ke segenap daerah suku Dayak Kenyah.
13. Tari Ngerangkau
Tari Ngerangkau adalah tarian adat dalam hal kematian dari suku Dayak Tunjung dan Benuaq. Tarian ini mempergunakan alat-alat penumbuk padi yang dibentur-benturkan secara teratur dalam posisi mendatar sehingga menimbulkan irama tertentu.
14. Tari Baraga' Bagantar
Awalnya Baraga' Bagantar adalah upacara belian untuk merawat bayi dengan memohon bantuan dari Nayun Gantar. Sekarang upacara ini sudah digubah menjadi sebuah tarian oleh suku Dayak Benuaq.
more information...>>>
Upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit, mengobati orang sakit, membayar nazar dan lain sebagainya. Setelah diubah menjadi tarian, tari ini sering disajikan pada acara-acara penerima tamu dan acara kesenian lainnya. Tarian ini merupakan tarian suku Dayak Benuaq.
10. Tari Kuyang
Sebuah tarian Belian dari suku Dayak Benuaq untuk mengusir hantu-hantu yang menjaga pohon-pohon yang besar dan tinggi agar tidak mengganggu manusia atau orang yang menebang pohon tersebut.
11. Tari Pecuk Kina
Tarian ini menggambarkan perpindahan suku Dayak Kenyah yang berpindah dari daerah Apo Kayan (Kab. Bulungan) ke daerah Long Segar (Kab. Kutai Barat) yang memakan waktu bertahun-tahun.
12. Tari Datun
Tarian ini merupakan tarian bersama gadis suku Dayak Kenyah dengan jumlah tak pasti, boleh 10 hingga 20 orang. Menurut riwayatnya, tari bersama ini diciptakan oleh seorang kepala suku Dayak Kenyah di Apo Kayan yang bernama Nyik Selung, sebagai tanda syukur dan kegembiraan atas kelahiran seorang cucunya. Kemudian tari ini berkembang ke segenap daerah suku Dayak Kenyah.
13. Tari Ngerangkau
Tari Ngerangkau adalah tarian adat dalam hal kematian dari suku Dayak Tunjung dan Benuaq. Tarian ini mempergunakan alat-alat penumbuk padi yang dibentur-benturkan secara teratur dalam posisi mendatar sehingga menimbulkan irama tertentu.
14. Tari Baraga' Bagantar
Awalnya Baraga' Bagantar adalah upacara belian untuk merawat bayi dengan memohon bantuan dari Nayun Gantar. Sekarang upacara ini sudah digubah menjadi sebuah tarian oleh suku Dayak Benuaq.
more information...>>>
SENI TARI SUKU DAYAK
1. Tari Gantar
Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya.
Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya.Tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak.
2. Tari Kancet Papatai / Tari Perang
Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari.
Dalam tari Kancet Pepatay, penari mempergunakan pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau, perisai dan baju perang. Tari ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe.
3. Tari Kancet Ledo / Tari Gong
Jika Tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah, sebaliknya Tari Kancet Ledo menggambarkan kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin.
Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dan pada kedua tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Biasanya tari ini ditarikan diatas sebuah gong, sehingga Kancet Ledo disebut juga Tari Gong.
4. Tari Kancet Lasan
Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tari Kancet Ledo, namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai. Tarian ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon.
5.Tari Leleng
Tarian ini menceritakan seorang gadis bernama Utan Along yang akan dikawinkan secara paksa oleh orangtuanya dengan pemuda yang tak dicintainya. Utan Along akhirnya melarikan diri kedalam hutan. Tarian gadis suku Dayak Kenyah ini ditarikan dengan diiringi nyanyian lagu Leleng.
6. Tari Hudoq
Tarian ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu yang menyerupai binatang buas serta menggunakan daun pisang atau daun kelapa sebagai penutup tubuh penari. Tarian ini erat hubungannya dengan upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Tari Hudoq dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak.
7. Tari Hudoq Kita'
Tarian dari suku Dayak Kenyah ini pada prinsipnya sama dengan Tari Hudoq dari suku Dayak Bahau dan Modang, yakni untuk upacara menyambut tahun tanam maupun untuk menyampaikan rasa terima kasih pada dewa yang telah memberikan hasil panen yang baik. Perbedaan yang mencolok anatara Tari Hudoq Kita' dan Tari Hudoq ada pada kostum, topeng, gerakan tarinya dan iringan musiknya. Kostum penari Hudoq Kita' menggunakan baju lengan panjang dari kain biasa dan memakai kain sarung, sedangkan topengnya berbentuk wajah manusia biasa yang banyak dihiasi dengan ukiran khas Dayak Kenyah. Ada dua jenis topeng dalam tari Hudoq Kita', yakni yang terbuat dari kayu dan yang berupa cadar terbuat dari manik-manik dengan ornamen Dayak Kenyah.
8. Tari Serumpai
Tarian suku Dayak Benuaq ini dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila. Disebut tarian Serumpai karena tarian diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu).
more information...>>>
Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya.
Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya.Tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak.
2. Tari Kancet Papatai / Tari Perang
Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari.
Dalam tari Kancet Pepatay, penari mempergunakan pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau, perisai dan baju perang. Tari ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe.
![]() |
| tari kancet ledo |
Jika Tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah, sebaliknya Tari Kancet Ledo menggambarkan kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin.
Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dan pada kedua tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Biasanya tari ini ditarikan diatas sebuah gong, sehingga Kancet Ledo disebut juga Tari Gong.
4. Tari Kancet Lasan
Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tari Kancet Ledo, namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai. Tarian ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon.
5.Tari Leleng
Tarian ini menceritakan seorang gadis bernama Utan Along yang akan dikawinkan secara paksa oleh orangtuanya dengan pemuda yang tak dicintainya. Utan Along akhirnya melarikan diri kedalam hutan. Tarian gadis suku Dayak Kenyah ini ditarikan dengan diiringi nyanyian lagu Leleng.
![]() | |
| tari hudoq |
Tarian ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu yang menyerupai binatang buas serta menggunakan daun pisang atau daun kelapa sebagai penutup tubuh penari. Tarian ini erat hubungannya dengan upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Tari Hudoq dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak.
7. Tari Hudoq Kita'
Tarian dari suku Dayak Kenyah ini pada prinsipnya sama dengan Tari Hudoq dari suku Dayak Bahau dan Modang, yakni untuk upacara menyambut tahun tanam maupun untuk menyampaikan rasa terima kasih pada dewa yang telah memberikan hasil panen yang baik. Perbedaan yang mencolok anatara Tari Hudoq Kita' dan Tari Hudoq ada pada kostum, topeng, gerakan tarinya dan iringan musiknya. Kostum penari Hudoq Kita' menggunakan baju lengan panjang dari kain biasa dan memakai kain sarung, sedangkan topengnya berbentuk wajah manusia biasa yang banyak dihiasi dengan ukiran khas Dayak Kenyah. Ada dua jenis topeng dalam tari Hudoq Kita', yakni yang terbuat dari kayu dan yang berupa cadar terbuat dari manik-manik dengan ornamen Dayak Kenyah.
8. Tari Serumpai
Tarian suku Dayak Benuaq ini dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila. Disebut tarian Serumpai karena tarian diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu).
more information...>>>
Sabtu, 28 Agustus 2010
Ada Yang Berbeda
kala itu kusambut indah mentari
dengan senyum tulus dari hati
berharap dapat menggapai mimpi
belum pernah sebelumnya
tersirat dalam fikiranku
berharap dalam hatiku
akan bertemu dengan dirimu
di tempat itu..
saat pertama kulihat
senyum yang indah..
wajah yang rupawan..
tatapan mata yang tajam..
kurasa ada yang lain dalam dada,,,...
dalam hati aku bertanya
tuhan,perasaan apa yang sedang kurasa......
writen by :Elisa Setiawati
dengan senyum tulus dari hati
berharap dapat menggapai mimpi
belum pernah sebelumnya
tersirat dalam fikiranku
berharap dalam hatiku
akan bertemu dengan dirimu
di tempat itu..
saat pertama kulihat
senyum yang indah..
wajah yang rupawan..
tatapan mata yang tajam..
kurasa ada yang lain dalam dada,,,...
dalam hati aku bertanya
tuhan,perasaan apa yang sedang kurasa......
writen by :Elisa Setiawati
Mimpiku
salahkah jika ku berharap
menjadi bintang yang selalu
ada dan setia untuk sang bulan
menjadi bunga yang menunggu
kehadiran sang kumbang
menjadi mentari yang selalu
bersinar dan menerangi bumi
tetapi semua itu hanyalah mimpi
yang mustahil terjadi
karena aku hanyalah
pungguk yang mengharapkan bulan
tangkai yang menunggu kumbang
langit yang tak dapat menggapai bumi...
saat kusadari semua itu
kurasa sakit dalam sanubari
saat ku tahu kau bukan miliku
kurasa kecewa dalam dada,,
mampukah aku menghilangkan
perasaan yang terlanjur ada
didalam dada.....
writen by :Elisa Setiawati
menjadi bintang yang selalu
ada dan setia untuk sang bulan
menjadi bunga yang menunggu
kehadiran sang kumbang
menjadi mentari yang selalu
bersinar dan menerangi bumi
tetapi semua itu hanyalah mimpi
yang mustahil terjadi
karena aku hanyalah
pungguk yang mengharapkan bulan
tangkai yang menunggu kumbang
langit yang tak dapat menggapai bumi...
saat kusadari semua itu
kurasa sakit dalam sanubari
saat ku tahu kau bukan miliku
kurasa kecewa dalam dada,,
mampukah aku menghilangkan
perasaan yang terlanjur ada
didalam dada.....
writen by :Elisa Setiawati
Keraguan Cinta
Awal ucapan kau berikan kesan
Awal senyuman kau berikan harapan
Tapi tak pernah kau berkata
Hatiku tlah terhanyut dalam
Pusaran air cinta yang jernih
Jiwaku tlah basah kau siram
Dan bunga itu kini telah bersemi
Ditengah perjalanan kutemukan
Sebuah pertanyaan yang amat dalam
Setelah sejauh ini aku berharap padamu
Hatiku bertanya tentang cinta...
Adakah cinta dalam hatinya
Adakah cinta dalam hatiku
Atau hanya rasa sesaat
Atau rasa untuk selamanya
Cintakah diriku padanya
Cintakah dirinya padaku
Apa maksud dari perjalanan panjangku
Apa hasil dari harapan hampaku
Tuhan,,..
Tolong berikan petunjukmu
Tentang prasaan hatiku,,
Hai sang pujangga.,,
Jangan kau berikan
Harapan yang hampa
Kalau ternyata kau tak suka.....
Awal senyuman kau berikan harapan
Tapi tak pernah kau berkata
Hatiku tlah terhanyut dalam
Pusaran air cinta yang jernih
Jiwaku tlah basah kau siram
Dan bunga itu kini telah bersemi
Ditengah perjalanan kutemukan
Sebuah pertanyaan yang amat dalam
Setelah sejauh ini aku berharap padamu
Hatiku bertanya tentang cinta...
Adakah cinta dalam hatinya
Adakah cinta dalam hatiku
Atau hanya rasa sesaat
Atau rasa untuk selamanya
Cintakah diriku padanya
Cintakah dirinya padaku
Apa maksud dari perjalanan panjangku
Apa hasil dari harapan hampaku
Tuhan,,..
Tolong berikan petunjukmu
Tentang prasaan hatiku,,
Hai sang pujangga.,,
Jangan kau berikan
Harapan yang hampa
Kalau ternyata kau tak suka.....
Asal Usul Wayang Sebagai Budaya Indonesia
Indonesia Asli
Asal-usul wayang menjadi jelas, asli Indonesia yang berkembang sesuai budi daya masyarakat dengan Wayang Indonesia memiliki ciri khas yang merupakan g jatidirinya. Sangat mudah dibedakan dengan seni budaya sejenis yang berkembang di India, Cina, dan negara-negara dikawasan Asia Tenggara. Tidak saja berbeda bentuk serta cara pementasannya, cerita Ramayana dan Mahabarata yang digunakan juga berbeda. Cerita terkenal ini sudah digubah sesuai nilai dan kondisi yang hidup dan berkembang di Indonesia.
Keaslian wayang bisa ditelusuri dari penggunaan bahasa seperti wayang, kelir, blencong, kepyak, dalang, : kotak, dan lain-lain. Kesemuanya itu bahasa Jawa asli. -Berbeda misalnya dengan cempala yaitu alat pengetuk kotak, adalah bahasa Sanskerta. Wayang asli menerima pengaruh dari India. Bahasa dalam wayang ini terus berkembang secara pelan namun pasti dari bahasa Jawa Kuna atau bahasa Kawi, bahasa Jawa Baru dan bukan tidak mungkin kelak wayang ini akan menggunakan bahasa Indonesia. Wayang selalu menggunakan bahasa campuran yang biasa disebut ‘basa rinengga” ;maksudnya bahasa yang telah disusun indah sesuai kegunaannya. Dalam seni pedalangan, kedudukan sastra amat penting dan harus dikuasai dengan baik oleh para dalang.
Bentuk peraga wayang juga mengujudkan keaslian wayang Indonesia, karena bentuk stilasi peraga wayang yang imajinatif dan indah itu merupakan proses panjang seni kriya wayang yang dilakukan oleh para pujangga dan seniman perajin Indonesia sejak dahulu. Begitu majunya seni kriya wayang ini, banyak yang berpendapat bahwa dalam aspek kriya dan seni rupa. wayang sudah mencapai tingkat ‘sempurna’. Penilaian ini obyektif, tidak berlebihan, apabila dibandingkan dengan bentuk-bentuk peraga wayang atau seni boneka dari mancanegara.
Sarat dengan Falsafah
Kekuatan utama budaya wayang, yang juga merupakan jati dirinya, adalah kandungan nilai falsafahnya. Wayang yang tumbuh dan berkembang sejak lama itu ternyata berhasil menyerap berbagai nilai-nilai keutamaan hidup dan terus dapat dilestarikan dalam berbagai pertunjukan wayang.
Bertolak dari pemujaan nenek moyang, wayang yang sudah sangat religius, mendapat masukan agama Hindu, sehingga wayang semakin kuat sebagai media ritual dan pembawa pesan etika. Memasuki pengaruh agama Islam, kokoh sudah landasan wayang sebagai tontonan yang mengandung tuntunan yaitu acuan moral budi luhur menuju terwujudnya ‘akhlaqul karimah”
Proses akulturasi kandungan isi wayang itu meneguhkan posisi wayang sebagai salah satu sumber etika dan falsafah yang secara tekun dan berlanjut disampaikan kepada masyarakat. Oleh karena itu ada pendapat, wayang itu tak ubahnya sebagai buku falsafah. yaitu falsafah Nusantara yang bisa dipakai sumber etika dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat.
Wayang bukan lagi sekedar tontonan bayang-bayang atau ‘shadow play’, melainkan sebagai ‘wewa-yangane ngaurip’ yaitu bayangan hidup manusia. Dalam suatu pertunjukan wayang, dapat dinalar dan dirasakan bagaimana kehidupan manusia itu dari lahir hingga mati. Perjalanan hidup manusia untuk berjuang menegakkan yang benar dengan mengalahkan yang salah. Dari pertujukan wayang dapat diperoleh pesan untuk hidup penuh amal saleh guna mendapatkan keridhoan Illahi.
Wayang juga dapat secara nyata menggambarkan konsepsi hidup ‘sangkan paraning dumadi’, manusia berasal dari Tuhan dan akan kembali keharibaan-Nya. Banyak ditemui seni budaya semacam wayang yang dikenal dengan ‘puppet show’, namun yang seindah dan sedalam maknanya sulit menandingi Wayang Kulit Purwa.
Itulah asal usul wayang Indonesia, asli Indonesia yang senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Secara dinamis mengantisipasi perkembangan dan kemajuan zaman.
Asal-usul wayang menjadi jelas, asli Indonesia yang berkembang sesuai budi daya masyarakat dengan Wayang Indonesia memiliki ciri khas yang merupakan g jatidirinya. Sangat mudah dibedakan dengan seni budaya sejenis yang berkembang di India, Cina, dan negara-negara dikawasan Asia Tenggara. Tidak saja berbeda bentuk serta cara pementasannya, cerita Ramayana dan Mahabarata yang digunakan juga berbeda. Cerita terkenal ini sudah digubah sesuai nilai dan kondisi yang hidup dan berkembang di Indonesia.
Keaslian wayang bisa ditelusuri dari penggunaan bahasa seperti wayang, kelir, blencong, kepyak, dalang, : kotak, dan lain-lain. Kesemuanya itu bahasa Jawa asli. -Berbeda misalnya dengan cempala yaitu alat pengetuk kotak, adalah bahasa Sanskerta. Wayang asli menerima pengaruh dari India. Bahasa dalam wayang ini terus berkembang secara pelan namun pasti dari bahasa Jawa Kuna atau bahasa Kawi, bahasa Jawa Baru dan bukan tidak mungkin kelak wayang ini akan menggunakan bahasa Indonesia. Wayang selalu menggunakan bahasa campuran yang biasa disebut ‘basa rinengga” ;maksudnya bahasa yang telah disusun indah sesuai kegunaannya. Dalam seni pedalangan, kedudukan sastra amat penting dan harus dikuasai dengan baik oleh para dalang.
Bentuk peraga wayang juga mengujudkan keaslian wayang Indonesia, karena bentuk stilasi peraga wayang yang imajinatif dan indah itu merupakan proses panjang seni kriya wayang yang dilakukan oleh para pujangga dan seniman perajin Indonesia sejak dahulu. Begitu majunya seni kriya wayang ini, banyak yang berpendapat bahwa dalam aspek kriya dan seni rupa. wayang sudah mencapai tingkat ‘sempurna’. Penilaian ini obyektif, tidak berlebihan, apabila dibandingkan dengan bentuk-bentuk peraga wayang atau seni boneka dari mancanegara.
Sarat dengan Falsafah
Kekuatan utama budaya wayang, yang juga merupakan jati dirinya, adalah kandungan nilai falsafahnya. Wayang yang tumbuh dan berkembang sejak lama itu ternyata berhasil menyerap berbagai nilai-nilai keutamaan hidup dan terus dapat dilestarikan dalam berbagai pertunjukan wayang.
Bertolak dari pemujaan nenek moyang, wayang yang sudah sangat religius, mendapat masukan agama Hindu, sehingga wayang semakin kuat sebagai media ritual dan pembawa pesan etika. Memasuki pengaruh agama Islam, kokoh sudah landasan wayang sebagai tontonan yang mengandung tuntunan yaitu acuan moral budi luhur menuju terwujudnya ‘akhlaqul karimah”
Proses akulturasi kandungan isi wayang itu meneguhkan posisi wayang sebagai salah satu sumber etika dan falsafah yang secara tekun dan berlanjut disampaikan kepada masyarakat. Oleh karena itu ada pendapat, wayang itu tak ubahnya sebagai buku falsafah. yaitu falsafah Nusantara yang bisa dipakai sumber etika dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat.
Wayang bukan lagi sekedar tontonan bayang-bayang atau ‘shadow play’, melainkan sebagai ‘wewa-yangane ngaurip’ yaitu bayangan hidup manusia. Dalam suatu pertunjukan wayang, dapat dinalar dan dirasakan bagaimana kehidupan manusia itu dari lahir hingga mati. Perjalanan hidup manusia untuk berjuang menegakkan yang benar dengan mengalahkan yang salah. Dari pertujukan wayang dapat diperoleh pesan untuk hidup penuh amal saleh guna mendapatkan keridhoan Illahi.
Wayang juga dapat secara nyata menggambarkan konsepsi hidup ‘sangkan paraning dumadi’, manusia berasal dari Tuhan dan akan kembali keharibaan-Nya. Banyak ditemui seni budaya semacam wayang yang dikenal dengan ‘puppet show’, namun yang seindah dan sedalam maknanya sulit menandingi Wayang Kulit Purwa.
Itulah asal usul wayang Indonesia, asli Indonesia yang senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Secara dinamis mengantisipasi perkembangan dan kemajuan zaman.
Periodasi Wayang Kulit bag 2
Dalam pewayangan cerita itu bermula dari kisah Ramayana terus bersambung dengan Mahabarata, malahan dilanjutkan dengan kisah zaman kerajaan Kediri. Mahabarata asli berisi 20 parwa, sedangkan di Indonesia tinggal 18 parwa.
Yang sangat menonjol perbedaannya adalah falsafah yang mendasari kedua cerita itu, lebih-lebih setelah masuknya agama Islam.
Falsafah Ramayana dan Mahabarata yang Hinduisme diolah sedemikian rupa sehingga menjadi diwarnai nilai-nilai agama Islam. Hal ini antara lain tampak pada kedudukan dewa, garis keturunan yang patriarkhat, dan sebagainya. Wayang diperkaya lagi dengan begitu banyaknya cerita gubahan baru yang bisa disebut lakon ‘carangan ‘, maka Ramayana dan Mahabarata benar-benar berbeda dengan aslinya. Begitu pula,
Ramayana dan Mahabarata dalam pewayangan tidak sama dengan Ramayana dan Mahabarata yang berkembang di Myanmar, Thailand, Kamboja, dan di tempat-tempat lainnya. Ramayana dan Mahabarata dari India itu sudah menjadi Indonesia karena di warnai oleh budaya asli dan nilai-nilai budaya yang ada di Nusantara.
Di Indonesia, walaupun cerita Ramayana dan Mahabarata sama-sama berkembang dalam pewayangan, tetapi Mahabarata digarap lebih tuntas oleh para budayawan dan pujangga kita. Berbagai lakon carangan dan sempalan, kebanyakan mengambil Mahabarata sebagai inti cerita.
Masuknya agama Islam di Indonesia pada abad ke-15, membawa perubahan besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Begitu pula wayang telah mengalami masa pembaharuan. Pembaharuan besar-besaran, tidak saja dalam bentuk dan cara pergelaran
wayang, melainkan juga isi dan fungsinya. Berangkat dari pembahan nilai-nilai yang dianut, maka wayang pada zaman Demak dan seterusnya telah mengalami penyesuaian dengan zamannya. Bentuk wayang yang semula realistik proporsional seperti tertera dalam relief candi-candi, distilir menjadi bentuk imajinatif seperti wayang sekarang ini.
Selain itu, banyak sekali tambahan dan pembaharuan dalam peralatan seperti kelir atau layar, blencong atau lampu, debog yaitu pohon pisang untuk menancapkan wayang, dan masih banyak lagi.
Para wali dan pujangga Jawa mengadakan pembaharuan yang berlangsung terus menerus sesuai perkembangan zaman dan keperluan pada waktu itu, utamanya wayang digunakan sebagai sarana dakwah Islam. Sesuai nilai Islam yang dianut, isi dan fungsi wayang telah bergeser dari ritual agama (Hindu) menjadi sarana pendidikan, dakwah, penerangan, dan komunikasi massa. Ternyata wayang yang telah diperbaharui kontekstual dengan perkembangan agama Islam dan masyarakat, menjadi sangat efektif untuk komunikasi massa dalam memberikan hiburan serta pesan-pesan kepada khalayak. Fungsi dan peranan ini terus berlanjut hingga dewasa ini.
Perkembangan wayang semakin meningkat pada masa setelah Demak, memasuki era kerajaan-kera-jaan Jawa sepeti Pajang, Mataram, Kartasura, Surakarta, dan Yogyakarta. Banyak sekali pujangga-pujangga yang menulis tentang wayang, menciptakan wayang-wayang baru. Para seniman wayang banyak membuat kreasi-kreasi yang kian memperkaya wayang.
Begitu pula para dalang semakin profesional dalam menggelar pertunjukan wayang, tak henti-hentinya terus mengembangkan seni tradisional ini. Dengan upaya yang tak kunjung henti ini, membuahkan hasil yang menggembirakan dan membanggakan, wayang dan seni pedalangan menjadi seni yang bermutu tinggi, dengan sebutan ‘adiluhung’. Wayang terbukti mampu tampil sebagai tontonan yang menarik sekaligus menyampaikan pesan-pesan moral keutamaan hidup.
Dari landasan perkembangan wayang tersebut di atas, tampak bahwa memang wayang itu berasal dari pemujaan nenek moyang pada zaman kuna, dikembangkan pada zaman Hindu, kemudian diadakan pembaharuan pada zaman masuknya agama Islam dan Blencong, alat penerangan pada pertunjukkan Wayang Kulit, juga mempunyai makna simbolik memanfaatkan masukan serta pengaruh budaya lain baik dari dalam maupun dari luar Indonesia. terus mengalami perkembangan dalam zaman kerajaan-kerajaan Jawa, zaman penjajahan, zaman kemerdekaan hingga kini.
Periodasi Wayang Kulit bag 1
Periodisasi
Periodisasi perkembangan budaya wayang juga merupakan bahasan yang menarik. Bermula zaman kuna ketika nenek moyang bangsa Indonesia masih menganut animisme dan dinamisme. Dalam alam kepercayaan animisme dan dinamisme ini diyakini roh orang yang sudah meninggal masih tetap hidup, dan semua benda itu bernyawa serta memiliki kekuatan Roh-roh itu bisa bersemayam di kayu-kayu besar, batu, sungai, gunung dan lain-lain. Paduan dari animisme dan dinamisme ini menempatkan roh nenek moyang yang dulunya berkuasa, tetap mempunyai kuasa. Mereka terus dipuja dan dimintai pertolongan.
Untuk memuja roh nenek moyang iai, selain melakukan ritual tertentu mereka mewujudkannya dalam bentuk gambar dan patung Roh nenek moyang yang dipuja ini disebut ‘hyang’ atau ‘dahyang’.
Orang bisa berhubungan dengan para hyang ini untuk minta pertolongan dan perlindungan, melalui seorang medium yang disebut ‘syaman’. Ritual pemujaan nenek moyang, hyang dan syaman inilah yang merupakan asal mula pertunjukan wayang. Hyang menjadi wayang, ritual kepercayaan itu menjadi jalannya pentas dan syaman menjadi dalang.
Sedangkan ceritanya adalah petualangan dan pengalaman nenek moyang. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa asli yang hingga sekarang masih dipakai. Jadi, wayang itu berasal dari ritual kepercayaan nenek moyang bangsa Indonesia disekitar tahun 1500 SM.
Berasal dari zaman animisme, wayang terus mengikuti perjalanan sejarah bangsa sampai pada masuk nya agama Hindu di Indonesia sekitar abad keenam, Bangsa Indonesia mulai bersentuhan dengan peradaban tinggi dan berhasil membangun kerajaan-kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara, bahkan Sriwijaya yang besar dan jaya. Pada masa itu wayang pun berkembang pesat, mendapat fondasi yang kokoh sebagai suatu karya seni yang bermutu tinggi.
Pertunjukan roh nenek moyang itu kemudian dikembangkan dengan cerita yang lebih berbobot, Ramayana dan Mahabarata. Selama abad X hingga XV, wayang berkembang dalam rangka ritual agama dan pendidikan kepada masyarakat. Pada masa ini telah mulai ditulis berbagai cerita tentang wayang. Semasa kerajaan Kediri, Singasari dan Majapahit kepustakaan wayang mencapai puncaknya seperti tercatat pada prasasti di candi-candi, karya sastra yang ditulis oleh Empu Sendok, Empu Sedah, Empu Panuluh, Empu Tantular dan lain-lain. Karya sastra wayang yang terkenal dari zaman Hindu itu antara lain Baratayuda, Arjuna Wiwaha, Sudamala, sedangkan pergelaran wayang sudah bagus, diperkaya lagi dengan penciptaan peraga wayang terbuat dari kulit yang dipahat, diiringi gamelan dalam tatanan pentas yang bagus dengan cerita Ramayana dan Mahabarata. Pergelaran wayang mencapai mutu seni yang tinggi sampai-sampai digambarkan ‘hananonton ringgit manangis asekel’, tontonan wayang sangat mengharukan.
Menarik untuk diperhatikan cerita Ramayana dan Mahabarata yang asli berasal dari India, telah diterima dalam pergelaran wayang Indonesia sejak zaman Hindu hingga sekarang. Wayang seolah-olah identik dengan Ramayana dan Mahabarata. Namun perlu dimengerti bahwa Ramayana dan Mahabarata versi India itu sudah banyak berubah. Berubah alur ceritanya; kalau Ramayana dan Mahabarata India merupakan cerita yang berbeda satu dengan lainnya, di Indonesia menjadi satu kesatuan.
Periodisasi perkembangan budaya wayang juga merupakan bahasan yang menarik. Bermula zaman kuna ketika nenek moyang bangsa Indonesia masih menganut animisme dan dinamisme. Dalam alam kepercayaan animisme dan dinamisme ini diyakini roh orang yang sudah meninggal masih tetap hidup, dan semua benda itu bernyawa serta memiliki kekuatan Roh-roh itu bisa bersemayam di kayu-kayu besar, batu, sungai, gunung dan lain-lain. Paduan dari animisme dan dinamisme ini menempatkan roh nenek moyang yang dulunya berkuasa, tetap mempunyai kuasa. Mereka terus dipuja dan dimintai pertolongan.
Untuk memuja roh nenek moyang iai, selain melakukan ritual tertentu mereka mewujudkannya dalam bentuk gambar dan patung Roh nenek moyang yang dipuja ini disebut ‘hyang’ atau ‘dahyang’.
Orang bisa berhubungan dengan para hyang ini untuk minta pertolongan dan perlindungan, melalui seorang medium yang disebut ‘syaman’. Ritual pemujaan nenek moyang, hyang dan syaman inilah yang merupakan asal mula pertunjukan wayang. Hyang menjadi wayang, ritual kepercayaan itu menjadi jalannya pentas dan syaman menjadi dalang.
Sedangkan ceritanya adalah petualangan dan pengalaman nenek moyang. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa asli yang hingga sekarang masih dipakai. Jadi, wayang itu berasal dari ritual kepercayaan nenek moyang bangsa Indonesia disekitar tahun 1500 SM.
Berasal dari zaman animisme, wayang terus mengikuti perjalanan sejarah bangsa sampai pada masuk nya agama Hindu di Indonesia sekitar abad keenam, Bangsa Indonesia mulai bersentuhan dengan peradaban tinggi dan berhasil membangun kerajaan-kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara, bahkan Sriwijaya yang besar dan jaya. Pada masa itu wayang pun berkembang pesat, mendapat fondasi yang kokoh sebagai suatu karya seni yang bermutu tinggi.
Pertunjukan roh nenek moyang itu kemudian dikembangkan dengan cerita yang lebih berbobot, Ramayana dan Mahabarata. Selama abad X hingga XV, wayang berkembang dalam rangka ritual agama dan pendidikan kepada masyarakat. Pada masa ini telah mulai ditulis berbagai cerita tentang wayang. Semasa kerajaan Kediri, Singasari dan Majapahit kepustakaan wayang mencapai puncaknya seperti tercatat pada prasasti di candi-candi, karya sastra yang ditulis oleh Empu Sendok, Empu Sedah, Empu Panuluh, Empu Tantular dan lain-lain. Karya sastra wayang yang terkenal dari zaman Hindu itu antara lain Baratayuda, Arjuna Wiwaha, Sudamala, sedangkan pergelaran wayang sudah bagus, diperkaya lagi dengan penciptaan peraga wayang terbuat dari kulit yang dipahat, diiringi gamelan dalam tatanan pentas yang bagus dengan cerita Ramayana dan Mahabarata. Pergelaran wayang mencapai mutu seni yang tinggi sampai-sampai digambarkan ‘hananonton ringgit manangis asekel’, tontonan wayang sangat mengharukan.
Menarik untuk diperhatikan cerita Ramayana dan Mahabarata yang asli berasal dari India, telah diterima dalam pergelaran wayang Indonesia sejak zaman Hindu hingga sekarang. Wayang seolah-olah identik dengan Ramayana dan Mahabarata. Namun perlu dimengerti bahwa Ramayana dan Mahabarata versi India itu sudah banyak berubah. Berubah alur ceritanya; kalau Ramayana dan Mahabarata India merupakan cerita yang berbeda satu dengan lainnya, di Indonesia menjadi satu kesatuan.
Sejarah Wayang Kulit
Sejarah Wayang Kulit
Asal Usul dan perkembangan wayang tidak tercatat secara akurat seperti sejarah. Namun orang selalu ingat dan merasakan kehadiran wayang dalam kehidupan masyarakat. Wayang akrab dengan masyarakat sejak dahulu hingga sekarang, karena memang wayang itu merupakan salah satu buah usaha akal budi bangsa Indonesia. Wayang tampil sebagai seni budaya tradisional, dan merupakan puncak budaya daerah.
Menelusuri asal usul wayang secara ilmiah memang bukan hal yang mudah. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga kini banyak para cendekiawan dan budayawan berusaha meneliti dan menulis tentang wayang. Ada persamaan, namun tidak sedikit yang saling silang pendapat. Hazeu berbeda pendapat dengan Rassers begitu pula pandangan dari pakar Indonesia seperti K. P. A. Kusumadi laga, Ranggawarsita, Suroto. Sri Mulyono dan lain-lain.
Namun semua cendikiawan tersebut jelas membahas wayang Indonesia dan menyatakan bahwa wayang itu sudah ada dan berkembang sejak zaman kuna, sekitar tahun 1500 SM, jauh sebelum agama dan budaya dari luar masuk ke Indonesia.
Jadi, wayang dalam bentuknya yang masih sederhana adalah asli Indonesia, yang dalam proses perkembangan setelah bersentuhan dengan unsur-unsur lain, terus berkembang maju sehingga menjadi ujud dan isinya seperti sekarang ini. Sudah pasti perkembangan itu tidak akan berhenti, melainkan akan berlanjut di masa-masa mendatang.
Wayang yang kita lihat sekarang ini berbeda dengan wayang pada masa lalu, begitu pula wayang di masa depan akan berubah sesuai zamannya. Tidak ada sesuatu seni budaya yang mandeg. Seni budaya akan selalu berubah dan berkembang, namun perubahan seni budaya wayang ini tidak berpengaruh terhadap jati dirinya, karena wayang telah memiliki landasan yang kokoh. Landas an utamanya adalah sifat ‘hamot. hamong, hamemangkat’ yang menyebabkannya memiliki daya tahan dan daya kembang wayang sepanjang zaman.
Hamot adalah keterbukaan untuk menerima pengaruh dan masukan dari dalam dan luar, hamong adalah kemampuan untuk menyaring unsur-unsur baru itu sesuai nilai-nilai wayang yang ada, untuk selanjutnya diangkat menjadi nilai-nilai yang cocok dengan wayang sebagai bekal untuk bergerak maju sesuai perkembangan masyarakat. Hamemangkat atau me-mangkat sesuatu nilai menjadi nilai baru. Dan, ini jelas tidak mudah.
Harus melalui proses panjang yang dicerna dengan cermat. Wayang dan seni pedalangan sudah membuktikan kemampuan itu, berawal dari zaman kuna, zaman Hindu, masuknya agama Islam, zaman penjajahan hingga zaman merdeka, dan pada masa pembangunan nasional dewasa ini. Kehidupan global juga merupakan tantangan dan sudah barang tentu wayang akan diuji ketahanannya dalam menghadapinya.
Asal Usul dan perkembangan wayang tidak tercatat secara akurat seperti sejarah. Namun orang selalu ingat dan merasakan kehadiran wayang dalam kehidupan masyarakat. Wayang akrab dengan masyarakat sejak dahulu hingga sekarang, karena memang wayang itu merupakan salah satu buah usaha akal budi bangsa Indonesia. Wayang tampil sebagai seni budaya tradisional, dan merupakan puncak budaya daerah.
Menelusuri asal usul wayang secara ilmiah memang bukan hal yang mudah. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga kini banyak para cendekiawan dan budayawan berusaha meneliti dan menulis tentang wayang. Ada persamaan, namun tidak sedikit yang saling silang pendapat. Hazeu berbeda pendapat dengan Rassers begitu pula pandangan dari pakar Indonesia seperti K. P. A. Kusumadi laga, Ranggawarsita, Suroto. Sri Mulyono dan lain-lain.
Namun semua cendikiawan tersebut jelas membahas wayang Indonesia dan menyatakan bahwa wayang itu sudah ada dan berkembang sejak zaman kuna, sekitar tahun 1500 SM, jauh sebelum agama dan budaya dari luar masuk ke Indonesia.
Jadi, wayang dalam bentuknya yang masih sederhana adalah asli Indonesia, yang dalam proses perkembangan setelah bersentuhan dengan unsur-unsur lain, terus berkembang maju sehingga menjadi ujud dan isinya seperti sekarang ini. Sudah pasti perkembangan itu tidak akan berhenti, melainkan akan berlanjut di masa-masa mendatang.
Wayang yang kita lihat sekarang ini berbeda dengan wayang pada masa lalu, begitu pula wayang di masa depan akan berubah sesuai zamannya. Tidak ada sesuatu seni budaya yang mandeg. Seni budaya akan selalu berubah dan berkembang, namun perubahan seni budaya wayang ini tidak berpengaruh terhadap jati dirinya, karena wayang telah memiliki landasan yang kokoh. Landas an utamanya adalah sifat ‘hamot. hamong, hamemangkat’ yang menyebabkannya memiliki daya tahan dan daya kembang wayang sepanjang zaman.
Hamot adalah keterbukaan untuk menerima pengaruh dan masukan dari dalam dan luar, hamong adalah kemampuan untuk menyaring unsur-unsur baru itu sesuai nilai-nilai wayang yang ada, untuk selanjutnya diangkat menjadi nilai-nilai yang cocok dengan wayang sebagai bekal untuk bergerak maju sesuai perkembangan masyarakat. Hamemangkat atau me-mangkat sesuatu nilai menjadi nilai baru. Dan, ini jelas tidak mudah.
Harus melalui proses panjang yang dicerna dengan cermat. Wayang dan seni pedalangan sudah membuktikan kemampuan itu, berawal dari zaman kuna, zaman Hindu, masuknya agama Islam, zaman penjajahan hingga zaman merdeka, dan pada masa pembangunan nasional dewasa ini. Kehidupan global juga merupakan tantangan dan sudah barang tentu wayang akan diuji ketahanannya dalam menghadapinya.
Rabu, 25 Agustus 2010
PEMENTASAN REOG PONOROGO
Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan dan hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani.
Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang, yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu.
Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.
![]() |
| REOG PONOROGO |
Adegan terakhir adalah singa barong, dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa.
REOG PONOROGO
SEJARAH
Pertunjukan reog di Ponorogo tahun 1920. Selain reog, terdapat pula penari kuda kepang dan bujangganong.
![]() | |
| REOG PONOROGO |
Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok,namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15.
Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan dimana ia mengajar anak-anak muda seni bela diri, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan lagi kerajaan Majapahit kelak.
Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Bra Kertabumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.
Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa Barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya.
Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50kg hanya dengan menggunakan giginya.
Populernya Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Kertabumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer diantara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru dimana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewondono, Dewi Songgolangit, and Sri Genthayu.
Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun ditengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujanganom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan 'kerasukan' saat mementaskan tariannya.
Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai pewarisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.
Langganan:
Postingan (Atom)













